Alhamdulillah... rezeki di akhir tahun lalu, saya dapat undangan dari Singapore Tourism Board untuk menjelajah tempat-tempat wisata populer di Singapura selama 4
hari. Jujur saja, saya belum pernah jalan-jalan ke tempat wisata Singapura sebelumnya. Dulu, sekalinya ke sana, cuma untuk meliput fasilitas kesehatan terkini di sebuah rumah sakit beken di sana.
Inilah kesan pertama saya ketika tiba di Singapura: Sebuah kota metropolis besar dengan lalu lintas
bebas hambatan yang mengalir lancar, dan di kanan-kirinya menjulang
gedung-gedung pencakar langit ‘dipagari’ taman-taman kota berwarna hijau
tertata rapi. Sesekali, tampak adanya aktivitas pemugaran, pembangunan, atau
pemeliharaan sanitasi lingkungan di beberapa titik. Sangat modern dan teratur,
itulah gambaran Singapura yang luas seluruh negaranya bahkan tak lebih luas
dibandingkan Jakarta.
Bagi sebagian besar orang Indonesia, Singapura bukan negara asing. Kedekatan lokasi,
kemiripan budaya, ditambah dengan banyaknya promo tiket pesawat murah,
menjadikan negara ini begitu mudah diakses. Jujur, saya sama sekali tidak merasa sedang berada di luar negeri ketika berada di sini, karena saya banyak mendengar bahasa Indonesia dan bahasa Melayu dimana-mana. Kalau tak lancar berbahasa Inggris, tak perlu ragu menggunakan bahasa Indonesia saat berbicara dengan pelayan restoran, petugas di toko, bahkan orang lewat sekalipun. Hampir dipastikan, sebagian besar dari mereka akan mengerti.
| Siap-siap kalap di sini... |
| Replika kapal yang digunakan pedagang zaman dahulu menelusuri jalur sutera. |
| Lorong akuarium raksasa yang terkenal itu... |
| Bermain-main dengan lumba-lumba... |
Pertunjukan
yang baru ada sejak Juli tahun 2014 lalu ini hanya bisa dinikmati di malam
hari, pukul 19.40 dan 20.40. Karena ini merupakan atraksi permainan sinar
laser, air mancur, dan video mapping 3 dimensi yang diiringi cerita dan musik
yang keren, yang memang hanya bakal terlihat cantik jika ditonton di malam hari
ketika langit sudah gelap. Bercerita tentang perjalanan Shahbaz, burung prasejarah mistis, bersama kedua temannya, Rachel dan Felix, menelusuri waktu dan menemukan sebuah tanah baru yang cantik.
Di awal cerita, penonton akan diajarkan menyanyi lagu theme Wings of Time, yang nantinya di
akhir cerita akan dinyanyikan bersama-sama. Recomended banget, nih...meski sekarang katanya sudah ada saingannya di Purwakarta...
| Salah satu adegan dalam Wings of Time... |
Tiket
Premium seat: SGD23
Standard seat untuk turis: SGD18
Standard seat untuk lokal: SGD15
4. Universal Studio Singapore (USS)
Rasanya,
siapa pun yang pernah ke Singapura, pernah bermain di sini. Inilah theme park dimana Anda bisa menikmati
wahana, pertunjukan, dan atraksi modern yang terinspirasi dari film dan serial
televisi blockbuster favorit, seperti
Transformer The Ride: The Ultimate 3D
Battle, Shrek 4-D Adventure, Madagascar: A Crate Adventure, Jurassic Park Rapids Adventure, dan
yang agak baru yaitu Puss In Boots’ Giant Journey, berupa roller coaster gantung di sebuah bangunan reruntuhan kastil yang
terlilit batang pohon kacang raksasa.
| Banyak banget toko-toko suvenir kaya gini... |
Peringatan aja, nih, buat ibu-ibu yang ke sini. Kalau nggak kuat iman, kantong bisa jebol di sini. Bukan, bukan karena harga tiketnya yang hampir 3 kali lipat harga tiket masuk Dufan, Ancol. Tapi karena banyak banget toko souvenir lucu yang bikin kita kepingin membelikannya buat anak. Lihat ke toko ini, "Aduh, si sulung pasti seneng banget kalau dibeliin tas Transformer ini!" Kemudian ke toko lain lagi, "Ihhh, si bungsu kan lagi seneng sama Elmo. Beli, ah!" Pusingggg....
| Parah... semuanya menggoda iman. |
Tiket:
Dewasa:
SGD74
Anak
(4 – 12 tahun): SGD54
Senior
(>60 tahun): SGD36










